Tips Belajar Mandiri di Rumah Selama Libur Karena Corona
Cari Berita

Atas


Tips Belajar Mandiri di Rumah Selama Libur Karena Corona

Sabtu, 28 Maret 2020

Tips Belajar Mandiri di Rumah Selama Libur Karena Corona
Mendampingi anak belajar di rumah memang butuh strategi agar kegiatan belajar di rumah menyenangkan.

Untuk menekan penyebaran virus corona di Indonesia, sekolah diliburkan dan kegiatan belajar mengajar dipindahkan sementara ke rumah. Sebagai orang tua, Anda harus paham bahwa ditutupnya sekolah bukan berarti anak bebas di rumah. Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan terkait untuk memastikan pembelajaran jarak jauh tetap bisa dilakukan. Beberapa sekolah tetap mengadakan kegiatan belajar mengajar secara online atau memberi penugasan.

Tips Dampingi Anak Belajar Mandiri di Rumah


1. Lakukan kebiasaan sekolah di rumah

Meskipun anak berada di rumah, Anda tetap harus melakukan kebiasaan yang selalu diterapkan saat bersekolah. Misalnya, anak harus bangun jam 6 pagi, mandi dan sarapan. Setelah itu, barulah Anda minta anak untuk belajar hingga waktu istirahat tiba. Contohnya, jam 10 dan jam 12, Anda bisa memberikan waktu istirahat selama 15-20 menit. Ini penting untuk merelaksasi pikiran dan membuat anak kembali fokus. Demikian juga bila sudah waktunya untuk selesai belajar, hentikan kegiatan belajar. Ini membuat anak tetap disiplin meskipun ada di rumah.

2. Buat jadwal dan cek tugas dari guru

Ingatkan anak, meski mereka berada di rumah, bukan berarti mereka bisa bersantai dan bermain sepanjang hari. Anak juga memiliki tanggung jawab yang harus diselesaikan yaitu tugas sekolah. Untuk ini, jangan lupa untuk memastikan dengan anak tugas apa saja yang diberikan oleh guru-guru di sekolah. Bersama dengan anak, buat jadwal untuk menyelesaikan tugas sekolah tersebut. Pastikan anak untuk menyelesaikan semua tugas yang diberikan dengan tepat waktu.

3. Temani dan bimbing anak

Ada sekolah yang menerapkan belajar online atau melakukan video conference dengan guru. Tapi bagi anak yang tidak mendapatkan hal ini, tentu perlu ada pendampingan dalam belajar. Anda bisa berlaku sebagai guru dengan mengajari anak agar ia mengerti tentang materi yang sedang dipelajari. Mendampingi anak belajar di rumah mungkin butuh kesabaran. Sehingga, jangan ragu untuk meminta bantuan ayah bila mengalami kesulitan.

4. Hubungi guru bila mengalami kesulitan

Pastikan Anda selalu berhubungan dengan guru. Dengan ini Anda selalu mendapatkan informasi mengenai pelajaran atau tugas yang harus diselesaikan. Selain itu, jika menemukan kesulitan dengan materi pelajaran atau dengan anak, Anda dapat berkonsultasi dengan guru bagaimana cara mengatasinya. Sebelumnya, Anda harus menyamakan ekspektasi dengan guru. Misalnya, target belajar apa yang harus dicapai anak saat belajar di rumah atau tugas-tugas apa yang perlu diselesaikan anak saat ia tidak bersekolah.

5. Ciptakan ruang belajar yang kondusif

Tentukan tempat belajar khusus di rumah dan pastikan agar anak selalu belajar di tempat tersebut. Jangan sekali-kali membiarkan anak melakukannya di luar meja belajar. Misalnya di atas kasur atau di depan televisi. Sebab, konsentrasi anak anak terganggu dan cenderung ingin bermalasan. Dengan membiasakan anak belajar di meja belajar, anak dapat selalu fokus pada pelajarannya. Pilih ruangan yang tenang untuk menghindari potensi gangguan agar anak dapat tetap fokus. Selain itu, suasana tenang juga sangat penting untuk kelancaran proses belajar di rumah.

6. Belajar dengan Kegiatan yang Kreatif

Belajar bukan hanya tentang mata pelajaran, tetapi bisa tentang apa saja yang membantu agar anak memahami suatu ilmu. Maksudnya, Anda dapat mengembangkan keterampilan anak tanpa memberikannya buku sekolah. Berada di rumah bisa jadi kesempatan Anda untuk membuat kegiatan yang menyenangkan bersama anak di rumah. Misalnya, meminta anak untuk mengulas film edukasi yang telah ditonton bersama dengan Anda, belajar bermasak bersama, atau membuat prakarya yang menarik.

7. Evaluasi kesulitan yang dialami

Peran orang tua sangat diperlukan untuk memastikan anak tetap belajar meski tidak pergi ke sekolah. Evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan belajar di rumah berjalan sesuai jadwal. Jika anak terlambat dalam menyelesaikan tugas, cari tahu apa penyebabnya. Diskusikan dengan anak apa kesulitannya dan apakah anak memiliki solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Mendampingi anak belajar di rumah memang butuh strategi agar kegiatan belajar di rumah menyenangkan.

Yang terpenting, jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan di rumah. Bicarakan pada anak kondisi yang terjadi sekarang, terutama alasan kenapa ia tidak pergi sekolah. Hal itu penting agar anak bisa memahami keadaan yang terjadi, sehingga mereka tetap waspada dengan pandemi virus corona yang terjadi saat ini.