Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

6 Solusi Bagi Guru Menghadapi Tantangan Pembelajaran Daring

Solusi Bagi Guru Menghadapi Tantangan Pembelajaran Daring
Sistem pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 ini seharusnya tidak mengurangi kualitas dan produktivitas guru.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengambil kebijakan Belajar dari Rumah sebagai upaya mencegah penyebaran wabah Covid-19. Hampir seluruh pemerintah daerah telah meliburkan sekolah sebagai bentuk memprioritaskan keselamatan peserta didik.

Banyak sekolah yang menerapkan pembelajaran daring (online) dari rumah masing-masing. Melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara daring tentunya memiliki tantangan tersendiri, karena baik guru, siswa, maupun orang tua harus beradaptasi dengan sistem ini. Berikut solusi bagi guru menghadapi tantangan pembelajaran daring atau jarak jauh:

1. Memberi Tugas yang Kreatif


Metode belajar harus disesuaikan agar lebih cocok diterapkan para siswa, sehingga walau belajar di rumah, para mereka bisa belajar secara menyenangkan, efektif, dan tidak terlalu memberatkan. Misalnya, tugas yang diberikan jangan bersifat paper and pen, namun lebih kepada tugas yang kreatif.

Selain itu, rentang waktu yang diberikan harus lebih longgar, dan beban pekerjaannya jangan seperti di kelas, dibuat lebih ringan. Bukan hanya memberikan tugas yang lebih kreatif, tugas yang diberikan juga menyesuaikan dengan konteks saat ini, yakni pandemi virus corona.

2. Memanfaatkan Media Teknologi


Guru harus mampu memanfaatkan media teknologi misalnya, presentasi dengan zoom, penugasan via google classroom, pre-test atau post-test dengan quizizz, dan pemberian tugas proyek dengan pemanfaatan Google Drive, presentasi interaktif dengan peardeck, dan lain-lain. Hal itu mutlak dilakukan untuk mentransfer knowledge kepada peserta didik secara menarik dan efektif.

3. Pembelajaran Yang Terencana dan Efektif


Kedua, saat pembelajaran pembelajaran jarak jauh guru harus mampu menyajikan pembelajaran yang terencana dan efektif dalam keterbatasan waktu. Ini bisa dilakukan dengan mempersiapkan quality lesson plan dan mengatur langkah-langkah pembelajaran yang detail.

Guru dan siswa dapat menetapkan tujuan pembelajaran sesuai ketersediaan waktu serta memilih materi yang akan disampaikan dengan langkah-langkah yang tepat akurat. Di sini guru dituntut pula untuk mengatur waktu dengan baik.

4. Menyatukan Persepsi dan Konsentrasi Siswa


Tantangan proses belajar dari rumah melalui pembelajaran daring atau jarak jauh adalah bagaimana guru mampu menyatukan persepsi dan konsentrasi anak-anak didik yang serba berjauhan. Ini hanya bisa dilakukan oleh guru yang memiliki visi jelas dalam pembelajaran dan mampu menjalin ikatan batin dengan siswa. Guru harus bisa melakukan perannya sebagai motivator, fasilitator, mediator, dan komunikator.

5. Memotivasi Siswa Menjadi Anak yang Tangguh


Mengingat dalam kondisi di mana masyarakat sedang diuji secara fisik dan mental akibat penyebaran Covid-19 yang berdampak kepada pembelajaran siswa. Siswa menjadi serba-terbatas dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan berkreasi, sehingga mereka harus mampu beradaptasi dengan hal-hal baru.

Di samping peran orang tua siswa, guru juga memiliki peran strategis untuk membuat tangguh siswa dengan berusaha memotivasi mereka untuk disiplin belajar, semangat dalam melaksanakan tugas, aktif dalam sesi presentasi. Selain itu, menghidupkan interaksi online dengan guru-guru dan teman-teman. Tetap berusaha berkarya melalui pemanfaatan berbagai media serta sumber belajar.

6. Kolaborasi Antara Orang Tua dan Pihak Sekolah


Guru harus kreatif dalam meramu materi, menggunakan metode menyenangkan, dan memberikan tugas-tugas yang dapat menstimulasi siswa untuk bertanya. Baik kepada guru, teman sekelas maupun orang tua mereka. Hal ini dapat mendorong kolaborasi antara orang tua dan siswa dalam membantu kebutuhan belajar siswa.

Pembelajaran dan penugasan online menuntut orang tua ikut aktif melihat bagaimana aktivitas anak-anak mereka bahkan bisa menjadi teman dan motivator dalam belajar anak. Di sisi lain, guru terus melakukan kontrol dan follow up melalui media online untuk memastikan semua siswa melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik.

Sistem pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 ini seharusnya tidak mengurangi kualitas dan produktivitas guru. Jalani ini dengan sukacita dan beri yang terbaik untuk anak didik, mungkin tidak sempurna namun setidaknya guru telah berusaha untuk menyajikan pembelajaran yang bermakna.

Guru harus kreatif, inovatif, dan menyesuaikan dengan konteks situasi yang terjadi saat ini. Pembelajaran online diharapkan meninggalkan pengalaman positif untuk para siswa, guru dan orang tua yang memiliki peran utama dalam mendukung sistem belajar dari rumah ini.