Cara Mendidik Anak Laki-laki Agar Memperlakukan Perempuan dengan Baik
Cari Berita

Atas


Cara Mendidik Anak Laki-laki Agar Memperlakukan Perempuan dengan Baik

Minggu, 17 Mei 2020

Cara Mendidik Anak Laki-laki Agar Memperlakukan Perempuan dengan Baik
Sedari kecil, orangtua seharusnya mulai mengenalkan cara mendidik anak laki-laki agar memperlakukan perempuan dengan baik.

Sepanjang tahun 2019 silam, Komnas Perempuan (Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan) mencatat ada 2.341 kasus KTAP (Kekerasan Terhadap Anak Perempuan). Fakta ini memang begitu menyedihkan, sehingga orangtua harus mulai menerapkan cara mendidik anak laki-laki agar memperlakukan perempuan dengan baik.

Kenapa harus anak laki-laki yang diajari berperilaku baik? Karena memang tak bisa dipungkiri bahwa lekatnya budaya patriaki di Indonesia, menimbulkan paradigma bahwa anak laki-laki wajib tumbuh sebagai sosok yang kuat, berani dan tak boleh terlihat lembut yang membuat mereka lemah. Kondisi inilah yang membuat anak laki-laki kerap berperilaku kasar.

Lihat juga: Tips Mendidik Anak Laki-Laki Supaya Mandiri dan Sukses 

Anak laki-laki banyak yang belum paham bahwa mereka tumbuh di lingkungan heterogen dengan perempuan juga. Sehingga tak jarang anak laki-laki menjadi pelaku perundungan anak perempuan, seperti yang pernah terjadi di Purworejo, Jawa Tengah pada Februari 2020. Di mana seorang siswi SMP jadi korban perundungan tiga orang siswa di kelasnya.

Bahkan jika dikaitkan dengan kasus kekerasan anak perempuan, pelaku dari 46% kasus di antaranya adalah ayah kandung, ayah tiri dan ayah angkat. Untuk itulah supaya buah hati tidak tumbuh jadi pribadi demikian, Anda harus mulai menerapkan cara mendidik anak laki-laki agar memperlakukan perempuan dengan baik berikut ini:

1. Berikan Contoh Baik


Cara paling ampuh untuk mendidik anak laki-laki secara tepat adalah dari sang Ayah. Anak adalah seorang peniru ulung dan mereka menganggap orangtua sebagai role model. Kendati masih kecil, anak laki-laki akan memperhatikan bagaimana Ayah mereka memperlakukan Ibu dan menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajib diikuti.

Sebisa mungkin, orangtua tidak bertengkar di depan anak. Ketika Ayah mulai mengumpat atau bersikap kasar secara fisik, anak laki-laki akan merekam kejadian itu dalam ingatannya. Sehingga mereka akan berpikir kalau melakukan hal kasar terhadap anak perempuan atau perempuan lain, merupakan tindakan yang normal.

2. Kenalkan Pemahaman Gender


Kembali lagi kepada budaya di Indonesia bahwa laki-laki harus tumbuh jadi pribadi maskulin, membuat banyak anak laki-laki menilai wajar jika melampiaskan kemarahan pada perempuan. Kondisi ini jika dibiarkan bisa berdampak buruk yang membuat gender perempuan seolah-olah berada di bawah laki-laki.

Karena itulah sejak dini, kenalkan soal pemahaman perbedaan gender ini. Ibu bisa menjadi teman diskusi yang baik, di mana ajak buah hati membicarakan peristiwa laki-laki yang bersikap tidak sopan terhadap perempuan. Dengarkan apa pendapatnya, serta berikan pemahaman bahwa laki-laki dan perempuan harus dihormati secara setara.

3. Bijak Beri Tayangan Hiburan


Tayangan hiburan entah di TV atau video online yang dipenuhi adegan kekerasan, bisa mempengaruhi perilaku anak menjadi kasar. Menurut Dr. Imelda Ika Dian Oriza, M.Psi selaku psikolog, hal ini terjadi karena emosi bisa menular secara tidak langsung ke anak. Untuk itulah sedari kecil, orangtua harus bijak memilih tayangan hiburan ke buah hati.

4. Ajari Anak Berteman dengan Anak Perempuan


Cara mendidik anak laki-laki agar memperlakukan perempuan dengan baik berikutnya adalah mengajarkannya berteman dengan siapapun. Apalagi saat usia remaja, anak laki-laki akan mulai merasa gengsi berteman dengan anak perempuan karena bisa dianggap lemah. Padahal berteman dengan anak perempuan membuat mereka belajar.

Mulai belajar betapa kompleksnya emosi manusia hingga belajar membela orang lain yang lebih lemah. Berikan penjelasan bahwa berteman perempuan tak akan membuat mereka jadi ‘banci’, tapi justru membantu mereka mengembangkan empati dan menumbuhkan pemahaman bahwa laki-laki dan perempuan itu setara.

5. Biarkan Anak Memahami Emosi


Terakhir, ajarkan padanya bahwa tangisan laki-laki bukanlah tanda kelemahan. Begitu pula dengan cara mengungkapkan perasaan, karena berguna untuk membentuk pribadi mereka di masa depan.

Kondisi serupa juga terjadi saat mereka malu, sedih atau kesal, biarkan untuk mengungkapkan secara bebas. Untuk itu hentikan ungkapan, ‘Anak laki-laki nggak boleh nangis, kayak anak perempuan yang lemah aja’.

Jika sudah memahami cara mendidik anak laki-laki agar memperlakukan perempuan dengan baik, maka si jagoan kecil akan tumbuh jadi pria yang penuh empati tapi juga tetap tegas. Karena memang pada dasarnya, anak laki-laki dan perempuan haruslah bisa tumbuh jadi pribadi yang berani dan kuat, tanpa perlu malu mengungkapkan emosinya.