Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Saat Anak Diam-diam Ketahuan Membatalkan Puasa, Lakukan Hal Ini

Ada kalanya anak tidak kuat lagi puasa. Nah, saat anak diam-diam ketahuan membatalkan puasa, lakukan hal ini terlebih dulu.

Sebagai ibadah wajib di bulan suci Ramadhan, puasa adalah sebuah keharusan bagi setiap Muslim di dunia. Bahkan beberapa orangtua kadang mulai mengenalkan puasa ini kepada buah hati sejak dini. Hanya saja bagaimana saat anak diam-diam ketahuan membatalkan puasa? Lakukan hal ini supaya si kecil bisa sadar akan kewajibannya.

Apakah memarahinya? Sebelum melangkah jauh ke sana, Anda sebagai orangtua harus paham bahwa puasa bukanlah sebuah keharusan bagi anak-anak yang belum baligh. Meskipun begitu, Ustaz Bendri Jaisyurrahman selaku konselor anak, remaja dan pernikahan serta aktivitas gerakan Sahabat Ayah, menyebutkan jika anak-anak usia tujuh tahun bisa mulai dikenalkan pada puasa Ramadhan.

Alih-alih memberikannya hukuman, ketika anak ketahuan batal puasa seperti diam-diam minum atau membawa camilan ke kamar, orangtua haruslah tetap bijaksana. Apa saja yang bisa dilakukan? Berikut ulasannya!

1. Anak Masih Butuh Dibimbing


Karina Adistiana yang adalah psikolog anak sekaligus Wakil Ketua Yayasan Peduli Musik Anak Indonesia menyebutkan bahwa dalam memberikan pelajaran agama, anak butuh dibimbing. Apalagi jika buah hati masih berusia di bawah 12 tahun, orangtua wajib melakukan bimbingan dan pendampingan.

Mereka tentu belum tahu bahwa seseorang yang membatalkan puasa secara diam-diam dan sengaja itu berdosa. Untuk itulah, Anda haruslah selalu membimbing anak selama menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan. Agar mereka tidak berpikir soal lapar dan haus, ajaklah anak melakukan ibadah atau kegiatan bersama di rumah.

2. Ibadah Butuh Proses


Melanjutkan penjelasan sebelumnya, Karina menambahkan bahwa butuh proses supaya anak paham ibadah puasa. Tidak semua anak bisa langsung puasa seharian di percobaan pertamanya, sehingga sebagai orangtua harus bijaksana. Apalagi jika anak masih kecil, biarkan dulu dia berpuasa semampunya. Lalu tingkatkan puasa jadi setengah hari dan kemudian seharian penuh.

3. Utamakan Diskusi


Saat anak diam-diam ketahuan membatalkan puasa, hal paling tepat yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengajaknya berdiskusi. Cobalah lakukan pendekatan secara lembut, daripada harus membentak dan menyalahkannya. Cari tahu alasan kenapa anak membatalkan puasa, siapa tahu karena dia lupa sedang puasa hingga tubuhnya terasa tidak sehat.

Pastikan anak memiliki alasan yang kuat kenapa berani membatalkan puasanya secara diam-diam. Jika tidak memberikan alasan kuat, coba yakinkan apakah si kecil berbohong atau tidak. Saat buah hati berkata bahwa temannya tidak puasa, Anda harus bisa memberikan sanggahan secara tepat.

Lihat juga: Setiap Anak Berbeda, Stop Membandingkan Dengan Anak Lain

Misalkan saja mungkin temannya sakit, bukan beragama Islam hingga cara berpuasanya berbeda. Lewat sanggahan yang tepat, anak tentu akan paham dan menyadari kesalahannya. Saat pembatalan puasa diam-diam ini kali pertama, Anda harus bisa memaklumi. Namun jika tindakan itu diulangi, berikan hukuman ringan supaya anak tahu konsekuensinya.

4. Orangtua Harus Introspeksi


Satu hal mendasar ketika mengajarkan kewajiban agama Islam pada anak adalah orangtua memiliki tanggung jawab penuh. Jangan menyerahkan semuanya pada guru di sekolah atau guru ngaji saja. Sehingga kalau Anda ingin anak bisa bertanggung jawab atas puasanya, Anda di rumah harus memberikan contoh yang tepat.

Misalkan saja apakah Anda melakukan sahur tepat waktu, menyiapkan makanan sahur dan berbuka yang sehat hingga menjaga betul hawa nafsu selama berpuasa seharian. Dengan introspeksi diri, Anda akan paham alasan kenapa anak bisa diam-diam ketahuan membatalkan puasa.

5. Buat Komitmen Baru


Setelah mengetahui apa alasan buah hati membatalkan puasa, hal terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan menciptakan komitmen baru. Meskipun memang puasa Ramadhan kali ini merupakan latihan bagi si kecil, Anda tetap harus disiplin dan tegas. Lakukan kesepakatan mengenai kondisi-kondisi di mana anak boleh membatalkan puasa.

Menurut Alfa Mardhika, M.Psi selaku psikolog anak dari Insight Psikologi Jakarta, komitmen baru yang dibuat setelah anak mengakui kesalahannya, akan membuat mereka jadi belajar lagi. Bersama orangtua, dia akan mulai percaya pada kemampuan dan bisa lebih nyaman saat puasa.

Nah, sudah paham kan apa hal yang harus dilakukan saat anak diam-diam ketahuan membatalkan puasa? Dengan menerapkan anjuran di atas, tentu kegiatan puasa Ramadhan tidak akan menjadi beban bagi si kecil. Anak akan bisa menjalankan puasa tanpa tekanan dan pastinya makin semangat.

Berlangganan via Email