Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Stop Kebiasaan Menggelitik, Ternyata Ada Bahayanya untuk Anak

Stop Kebiasaan Menggelitik, Ternyata Ada Bahayanya untuk Anak
Gemas dan suka bikin anak kegelian? Maka Anda harus stop kebiasaan menggelitik. Karena ternyata ada bahanya untuk anak!

Apapun yang mereka lakukan, anak kecil memang sangat menggemaskan. Tak heran kalau beberapa orangtua sampai menggelitiki terus buah hatinya, demi mendengar derai tawa yang begitu bahagia. Namun tampaknya Anda harus segera stop kebiasaan menggelitik, ternyata ada bahayanya untuk anak.

Meskipun memang tak dipungkiri, beberapa orangtua menggelitiki tubuh buah hatinya dengan tujuan bercanda. Bahkan perilaku seperti ini bisa mempererat hubungan antara orangtua dan anak. Siapapun yang melihat seorang Ayah atau Ibu yang asyik menggelitiki tubuh anaknya, tentu bakal terkesan sebagai keluarga yang begitu bahagia dan harmonis.

Namun tidak banyak yang tahu kalau ternyata kebiasaan ini, bisa berdampak buruk untuk anak. Apakah benar? Supaya Anda bisa paham kenapa harus stop kebiasaan menggelitik, berikut ini bahayanya untuk anak:

1. Anak Jadi Tak Nyaman


Mendengarkan suara tawa buah hati saat digelitik memang sangat menyenangkan. Anak yang tertawa tentu menandakan kalau mereka bahagia dan senang. Apakah memang begitu? Ternyata tidak. Apalagi jika tawa yang keluar lantaran geli akibat digelitiki, belum tentu mereka menikmati.

Hal ini diungkapkan oleh penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas California, Amerika Serikat pada tahun 1997 silam. Penelitian itu membuat kesimpulan bahwa tindakan menggelitik tidaklah menciptakan perasaan bahagia, sekalipun tertawa berderai. Karena rupanya rasa geli itu menimbulkan ilusi lahiriah bahwa seseorang tertawa.

2. Anak Bisa Kehilangan Kontrol


Kendati mungkin dianggap sepele, bahaya menggelitik tubuh anak berikutnya adalah bisa membuat mereka kehilangan kendali atas dirinya. Lhoh, kok bisa? Karena bagi anak-anak, kejadian itu di luar keinginan mereka dan untuk mendapatkan lagi kendali diri, akan sangat sulit. Bahkan bisa saja menimbulkan kenangan tidak menyenangkan.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Dr. Richard Alexander selaku Profesor Biologi Evolusi di Universitas Michigan. Menurut Alexander, menggelitik adalah tindakan dominasi atas diri seseorang dan tawa yang mengikuti adalah bentuk kepatuhan. Jika dibiarkan, anak akan bisa dengan mudah patut akan seseorang yang terkesan mendominasinya.

3. Mengancam Jiwa


Seperti yang sudah diketahui, ketika anak digelitik, maka mereka akan mengeluarkan tawa keras tak terkendali. Tampak lucu dan menggemaskan? Anda harus waspada karena bisa memicu bahaya besar yakni anak sulit bernapas. Tawa yang terlalu keras bisa memicu otot-otot di saluran napas jadi kaku.

Sehingga saat otot-otot itu menegang, maka otomatis bisa membuat saluran napas jadi sempit yang memicu serangan asma. Bahkan jika kebiasaan menggelitik buah hati hingga terpingkal-pingkal dalam waktu lama, bisa membahayakan nyawanya karena bukan tak mungkin mengalami gagal napas sampai gagal jantung.

Tak hanya itu saja, jika tawa akibat digelitik ini bisa sampai terpingkal-pingkal, bisa turut membahayakan otak. Dalam prosesnya bisa memicu kolaps, terhentinya fungsi paru, strangulated hernia (otot perut lepas), stroke, kejang gelastik sampai aneurisma otak. Cukup mengerikan, bukan? Semua ini bisa terjadi hanya karena menggelitik buah hati.

4. Memicu Sakit Mental


Tidak banyak yang tahu bahwa menggelitik rupanya termasuk salah satu penyiksaan. Hal ini dilakukan selama Dinasti Han di China sana, di mana bangsawan yang bersalah akan dihukum dengan cara digelitik lantaran tidak meninggalkan bekas luka. Sehingga bukan tak mungkin aksi yang dimaksud untuk menggoda ini bisa memicu trauma mental.

Vernon R. Wiehe dari Universitas Kentucky di Lexington, Amerika Serikat meneliti 150 orang dewasa yang mengalami pelecehan oleh saudara mereka saat masih kecil. Di mana mayoritas subyek penelitian mengaku menggelitik adalah bentuk pelecehan fisik yang ternyata membawa trauma hingga mereka dewasa.

Lihat Juga: Cara Mendidik Anak Agar Tahan Banting

Bahkan menggelitik bisa memicu reaksi fisiologis ekstrem pada korban. Beberapa di antaranya ada yang muntah hingga kehilangan kesadaran yang membuktikan kalau kebiasaan menggelitik itu cukup berbahaya. Sementara jika trauma itu dialami, anak yang sudah dewasa akan mudah cemas ketika bersentuhan fisik dengan orang lain.

Lantaran ada bahayanya untuk anak, stop kebiasaan menggelitik sepertinya harus mulai dipertimbangkan oleh orangtua. Anda memang masih boleh menggelitik buah hati, tapi lakukan dengan bijak dalam waktu singkat dan hanya sekali dua kali. Karena jangan sampai masa depan anak jadi terancam hanya karena orangtua cuma ingin menggodanya.

Berlangganan via Email