Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Belajar dari Rumah Diperpanjang, Guru Harus Bagaimana?

Belajar dari Rumah Diperpanjang, Guru Harus Bagaimana?
Metode mengajar guru haruslah tetap menarik dan mampu mencapai tujuan pembelajaran meski dilakukan tanpa tatap muka.

Akibat pandemi covid-19, sampai dengan dengan berganti tahun ajaran, pembelajaran masih tetap dilaksanakan dengan jarak jauh melalui daring atau online. Meskipun sudah lebih dari lima bulan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) belum membuat guru sepenuhnya mengubah berbagai aspek dari metode mengajarnya.

Dengan diperpanjangnya PJJ, metode mengajar guru haruslah tetap menarik dan mampu mencapai tujuan pembelajaran meski dilakukan tanpa tatap muka fisik. Apalagi diprediksi sampai akhir tahun ini, khususnya untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) belum bisa dibuka kembali. Bagaimana cara agar siswa tidak bosan belajar dari rumah?

Tips Mengajar Bagi Guru Selama Belajar dari Rumah


1. Membuat Rangkuman Materi


Berbeda dengan pembelajaran tatap muka di sekolah yang durasinya cukup panjang, pembelajaran online memiliki waktu yang terbatas. Ini disebabkan karena dalam proses belajar mengajar daring guru sulit untuk menjelaskan secara langsung dan interaktif dengan siswa. Untuk itu, guru perlu membuat materi ajar yang ringkas supaya siswa mudah dalam mempelajari materi yang diberikan.

2. Menerapkan Metode Pembelajaran Interaktif


Seperti halnya pada pembelajaran tatap muka, belajar online tetap dapat dilakukan dengan menyenangkan. Caranya, guru memberikan materi secara interaktif. Guru dapat menggunakan video sebagai materi pembelajaran, atau menggunakan situs kuis interaktif agar siswa dapat berpartisipasi aktif. Selain itu guru juga dapat menggunakan fitur video conference call seperti Zoom dan Google Hangout agar dapat berinteraksi langsung dengan siswa.

3. Memberi Tugas Yang Ringan dan Menyenangkan


Sebagian siswa merasa bosan belajar di rumah karena guru hanya memberi tugas dalam bentuk latihan soal. Tak hanya itu, pemberian tugas yang terlalu banyak juga menyebabkan siswa terbebani sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, guru sebaiknya memberikan siswa tugas-tugas yang dapat dikerjakan dengan mudah dan menyenangkan.

Misalnya, siswa diminta membuat percobaan dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah. Guru juga dapat meminta bantuan orang tua untuk membantu anak dalam mengerjakan tugas siswa. Misalnya, dengan meminta siswa membuat video percakapan sederhana dengan orangtuanya tentang pencegahan penyebaran virus corona.

4. Manfaatkan Fitur-Fitur Digital


Saat pembelajaran dilakukan secara online, tentunya guru dapat memanfaatkan berbagai fitur-fitur digital yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Misalnya, fitur Google Classroom dapat digunakan untuk menyebarkan materi dan mengumpulkan tugas siswa. Guru juga dapat mencari video dari Youtube sebagai sumber materi tambahan untuk siswa.

5. Memiliki Akses Internet yang Lancar


Tentunya semua tips pembelajaran daring di atas tidak akan bisa berjalan dengan lancar tanpa akses internet yang lancar. Untuk itu, guru dan siswa harus memiliki akses internet yang mendukung agar kegiatan belajar mengajar daring dapat berjalan dengan lancar. Sekolah harus bisa memfasilitasi guru dan siswa, apalagi pemerintah telah mengeluarkan regulasi dana Bantuan Operasional Sekolah  atau BOS dapat untuk beli pulsa atau paket data untuk guru dan siswa.

Dengan sekolah belum bisa kembali dibuka dan pembelajaran dilaksanakan dengan daring membuat guru dapat meningkatkan kompetensinya. Khususnya dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk pembelajaran. Guru tetap berfungsi sebagai kunci utama yang bertindak meningkatkan kualitas pembelajaran dengan suasana belajar yang efektif bagi para siswa.

Berlangganan via Email