Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Ternyata, Kurang Tidur Pengaruhi Kondisi Mental Anak

Ternyata, Kurang Tidur Pengaruhi Kondisi Mental Anak
Jangan remehkan waktu tidur buah hati. Karena ternyata kurang tidur bisa pengaruhi kondisi mental anak.

Tak hanya orang dewasa yang memang butuh tidur setelah seharian beraktivitas, anak-anak rupanya juga membutuhkan tidur. Meskipun mungkin hampir sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk bermain, tidur adalah kebutuhan pokok bagi buah hati. Bahkan tidak bisa diremehkan, kebiasaan kurang tidur dapat mempengaruhi kondisi mental anak.

Lihat juga: Cara Orang Tua Membantu Anak Agar Sukses di Sekolah

Jean Kunhardt selaku konselor orangtua di New York sekaligus penulis buku A Mother’s Circle menyebutkan bahwa kebutuhan tidur pada anak, sama halnya dengan kebutuhan makan. Sehingga jika Anda begitu tak ingin buah hati kelaparan, sudah seharusnya melakukan hal serupa, di mana Anda pun tak mau anak selalu mengantuk karena kurang tidur.

Dampak Kurang Tidur ke Kondisi Mental Anak


Dalam sebuah penelitian yang dilakukan University Hospital of Zurich di Swiss sana, terungkap bahwa anak-anak dengan kualitas tidur buruk mengalami kerusakan pada otak. Di mana studi yang melibatkan 13 anak berumur 4-12 tahun itu, memperlihatkan bahwa bukan hanya bagian otak yang berfungsi untuk daya ingat saja yang bermasalah tapi secara keseluruhan.

Supaya orangtua lebih memperhatikan jadwal tidur buah hati, berikut ini adalah beberapa masalah mental anak yang disebabkan kurang tidur:

1.Emosi Tidak Stabil

Tidak hanya orang dewasa, anak juga bisa mengalami emosi yang tak stabil akibat kurang tidur. Karena ketika jatah tidur anak kurang dari kebutuhan usianya, bagian otak bernama Amygdala harus bekerja lebih keras hingga 60%. Saat Amygdala bekerja lebih keras inilah, kemampuan otak dalam mengendalikan emosi jadi kacau. Bahkan jika dibiarkan, bisa berujung depresi.

2. ADHD

Inilah akibat kurang tidur pada kondisi mental anak berikutnya yakni bisa mengalami ADHD. Secara mudahnya, ADHD adalah gangguan hiperaktivitas serta defisit atensi yang akhirnya mempengaruhi kepribadian mereka. Anak yang menderita ADHD biasanya memperlihatkan gejala sangat aktif, mudah mengantuk di siang hari, sulit berkonsentrasi hingga emosi yang labil.

3. Gangguan Bipolar

Berbeda dengan emosi tidak stabil, bipolar merupakan gangguan mental yang terlihat dari perubahan emosi sangat drastis. Di mana anak yang awalnya sangat bahagia bisa jadi sangat sedih. Kenapa ini terjadi? Kelelahan ekstrem karena kurang tidur. Sehingga saat depresi, anak dengan gangguan bipolar bisa tidur sepanjang waktu.

4. Gangguan Kecemasan

Anak yang jam tidurnya kurang juga mudah mengalami kecemasan alias kepanikan secara tiba-tiba. Serangan panik dan mimpi buruk ini terjadi karena mereka tak bisa mengendalikan emosi, lantaran waktu tidur yang berkurang.

5. Masalah Belajar

Masih dari penelitian University Hospital of Zurich, anak-anak dengan jam tidur yang kurang 30 menit dari kebutuhan usianya, mengalami kerusakan pada otak bagian belakang. Sekadar informasi, otak bagian belakang ini bertanggung jawab mengontrol gerakan-gerakan, nalar ruang, perhatian dan fokus. Tak heran kalau akhirnya kemampuan belajar anak pun bermasalah.

Memahami Kebutuhan Tidur Anak


Dengan fakta bahwa kurang tidur bisa mempengaruhi kondisi mental anak, orangtua pun harus tahu jadwal tidur buah hati sesuai usia. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pun memaparkan kebutuhan tidur anak melalui program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) berikut ini:


  • Usia 0-1 bulan: Tidur 14-18 jam setiap hari
  • Usia 1-18 bulan: Tidur 12-14 jam setiap hari
  • Usia 3-6 tahun: Tidur 11-13 jam setiap hari
  • Usia 6-12 tahun: Tidur 10 jam setiap hari
  • Usia 12-18 tahun: Tidur 8-9 jam setiap hari


Tentunya dengan disiplin memenuhi kebutuhan tidur harian sesuai usia, maka orangtua bisa mencegah terjadinya kurang tidur yang mempengaruhi kondisi mental anak. Dengan demikian, orangtua bisa lebih tenang dan perkembangan mental buah hati jadi maksimal.